Pada abad yang silam,
tepatnya tahun 1884 M. Di
inggris telah digunakan
cara untuk mengenali
seseorang melalui sidik
jari.
Kemudian cara ini diikuti
pula oleh setiap negara.
Demikian ini karena
disebabkan bahwa kulit
jari-jari itu mempunyai
garis-garis lembut yang
berbeda-beda bentuknya.
Garis-garis itu tidak akan
berubah.
Berbeda dengan garis-
garis tubuh lainnya, maka
garis-garis jari ini setiap
orang pasti berbeda
dengan lainnya. Tidak ada
yang hampir sama atau
serupa. Sungguh ini juga
suatu mukjizat tuhan.
Mengapa Alloh 'Azza wa
jalla memilih jari-jari
manusia unuk dalil
kebangkitannya? Alloh
'Azza wa jalla berfirman:
أيحسب الإنسان ألن نجمع
عظامه. بلى قادرين على أن
نسوي بنابه. [القيامة:3-4 ]
"ADAKAH MANUSIA
MENGIRA BAHWA KAMI
TIDADA AKAN
MENGUMPULKAN
TULANG-TULANGNYA? YA,
KAMI KUASA
MENGEMBALIKAN SEMUA
JARINYA (MESKIPUN IA
KECIL-KECIL)." (QS.Al-
Qiyamah:3-4)
.
الحمد لله رب العالمين ..
Selesai sudah pembahasan
tentang "AL-QUR'AN
TIDAK ADA
PERTENTANGAN DENGAN
ILMU PENGETAHUAN
MODERN" (dari part a-i)
yang di ambil dari
Buku "IKHTISAR ULUMUL
QUR'AN PRAKTIS"
terjemahan dari kitab
"ATTIBYAN FII 'ULUMIL
QUR'AN" karangan Syekh
Muhammad Ali Ash-
Shabuni.
Mudah-mudahan Alloh
memberi manfaat untuk
lebih menguatkan iman
kita amin..
Tampilkan postingan dengan label alqur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alqur'an. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Januari 2011
i. -PERBEDAAN SIDIK JARI MANUSIA
h. -SEL-SEL MANI
Ilmu kedokteran modern
telah menyingkapkan
bahwasanya air mani itu
mengandung makhluk-
makhluk yang amat kecil
yang biasa disebut sel.
Sel itu tidak bisa dilihat
dengan mata biasa, akan
tetapi bisa dilihat dengan
mikroskop. Tiap-tiap
makhluk itu punya kepala,
tubuh dan ekor
menyerupai ulat segumpal
darah dalam rupa dan
bentuknya. Makhluk itu
bercampur dengan sel
telur betina, sehingga
kemudian terjadi
perkawinan dengannya.
Manakala perkawinan itu
telah sempurna, maka
leher rahim akan tertutup
sehingga setelah itu tidak
ada lagi sesuatu yang bisa
masuk kedalamnya.
Adapun makhluk atau sel-
sel lainnya akan mati.
Penelitian ilmiah bahwa
sel-sel mani itu akan
menyerupai segumpal
darah dalam bentuk dan
rupanya, sebenarnya juga
telah ditetapkan oleh Al-
Qur'an.
Bacalah firman Alloh 'Azza
wa jalla:
إقرأ باسم ربك الذي خلق.
خلق الإنسان من علق.
[العلق:1-2 ]
"BACALAH(HAI
MUHAMMAD) DENGAN
NAMA TUHANMU YANG
TELAH MENCIPTAKAN.
TELAH MENCIPTAKAN
MANUSIA DARI SEGUMPAL
DARAH." (QS.Al-'Alaq:1-2)
Maka jelas, bahwa ayat
tersebut merupakan salah
satu mukjizat Al-Qur'an
yang belum tersingkap
pada waktu turunnya atau
bahkan ratusan tahun
sesudahnya sampai saat
dimana ditemukan alat
pembesar atau mikroskop
dan diketahui pula
bagaimana kejadian
manusia dengan
kekuasaan Alloh Swt.
telah menyingkapkan
bahwasanya air mani itu
mengandung makhluk-
makhluk yang amat kecil
yang biasa disebut sel.
Sel itu tidak bisa dilihat
dengan mata biasa, akan
tetapi bisa dilihat dengan
mikroskop. Tiap-tiap
makhluk itu punya kepala,
tubuh dan ekor
menyerupai ulat segumpal
darah dalam rupa dan
bentuknya. Makhluk itu
bercampur dengan sel
telur betina, sehingga
kemudian terjadi
perkawinan dengannya.
Manakala perkawinan itu
telah sempurna, maka
leher rahim akan tertutup
sehingga setelah itu tidak
ada lagi sesuatu yang bisa
masuk kedalamnya.
Adapun makhluk atau sel-
sel lainnya akan mati.
Penelitian ilmiah bahwa
sel-sel mani itu akan
menyerupai segumpal
darah dalam bentuk dan
rupanya, sebenarnya juga
telah ditetapkan oleh Al-
Qur'an.
Bacalah firman Alloh 'Azza
wa jalla:
إقرأ باسم ربك الذي خلق.
خلق الإنسان من علق.
[العلق:1-2 ]
"BACALAH(HAI
MUHAMMAD) DENGAN
NAMA TUHANMU YANG
TELAH MENCIPTAKAN.
TELAH MENCIPTAKAN
MANUSIA DARI SEGUMPAL
DARAH." (QS.Al-'Alaq:1-2)
Maka jelas, bahwa ayat
tersebut merupakan salah
satu mukjizat Al-Qur'an
yang belum tersingkap
pada waktu turunnya atau
bahkan ratusan tahun
sesudahnya sampai saat
dimana ditemukan alat
pembesar atau mikroskop
dan diketahui pula
bagaimana kejadian
manusia dengan
kekuasaan Alloh Swt.
g. -PERKAWINAN DENGAN LANTARAN ANGIN
Ilmu pengetahuan modern
telah menetapkan bahwa
udara itu bisa
memindahkan serbuk
jantan kepada serbuk
betina pada pohon kurma,
anggur atau pepohonan
lainnya yang dapat
berbuah.
Dengan demikian,
terjadinya perkawinan itu
dengan lantaran angin
atau udara. Proses ilmiah
inipun tidak luput
dibicarakan oleh Al-
Qur'anul Karim dalam
firmannya yang berbunyi:
وارسلنا الرياح لواقح
فأنزلنا من السمآء مآء
فأسقيناكموه ومآ أنتم له
بخازنين. [الحجر:22 ]
"KAMI TIUPKAN ANGIN
UNTUK MENGAWINKAN
(TUMBUH-TUMBUHAN)
ATAU PEMBAWA AWAN,
LALU KAMI TURUNKAN
AIR DARI LANGIT DAN
KAMI BERI MINUM KAMU
DENGAN AIR ITU DAN
BUKANLAH SEKALI-KALI
KAMU YANG
MENYIMPANNYA
(BENDAHARANYA)
." (QS.Al-Hijr:22)
Dengan demikian, hakikat
ilmiah yang telah
ditetapkan itu juga
merupakan salah satu segi
yang menunjukkan
kebenaran NUBUWWAH.
telah menetapkan bahwa
udara itu bisa
memindahkan serbuk
jantan kepada serbuk
betina pada pohon kurma,
anggur atau pepohonan
lainnya yang dapat
berbuah.
Dengan demikian,
terjadinya perkawinan itu
dengan lantaran angin
atau udara. Proses ilmiah
inipun tidak luput
dibicarakan oleh Al-
Qur'anul Karim dalam
firmannya yang berbunyi:
وارسلنا الرياح لواقح
فأنزلنا من السمآء مآء
فأسقيناكموه ومآ أنتم له
بخازنين. [الحجر:22 ]
"KAMI TIUPKAN ANGIN
UNTUK MENGAWINKAN
(TUMBUH-TUMBUHAN)
ATAU PEMBAWA AWAN,
LALU KAMI TURUNKAN
AIR DARI LANGIT DAN
KAMI BERI MINUM KAMU
DENGAN AIR ITU DAN
BUKANLAH SEKALI-KALI
KAMU YANG
MENYIMPANNYA
(BENDAHARANYA)
." (QS.Al-Hijr:22)
Dengan demikian, hakikat
ilmiah yang telah
ditetapkan itu juga
merupakan salah satu segi
yang menunjukkan
kebenaran NUBUWWAH.
f. -BEBERAPA LAPIS/ SELIMUT JANIN
Ilmu pengetahuan modern
telah menetapkan bahwa
janin dalam perut ibunya
itu di tutupi oleh tiga
lapisan, dimana lapisan-
lapisan itu tidak akan
nampak kecuali
menggunakan alat khusus.
Jika dilihat dengan mata,
nampaknya lapis selimut
itu hanya satu saja.
Adapun lapis-lapis itu
adalah apa yang disebut:
selaput "Chorion,Amnion",
dan "Uterus". Inilah
kenyataan yang telah
ditetapkan oleh ilmu
kedokteran modern.
Sesungguhnya Al-Qur'anul
Karim telah datang
menguatkan kebenaran
ilmiah tersebut. Al-Qur'an
telah menjelaskan bahwa
janin itu punya tiga lapis
yang disebutnya
DHULUMAAT TSALAATSIN
( ظلمات ثلاث )
Sebagaimana firman Alloh
yang terdapat dalam surat
Az-Zumar ayat 6:
يخلقكم في بطون امهاتكم
خلقا من بعد خلق في ظلمات
ثلاث ذلكم الله ربكم له
الملك. [الزمر:6 ]
"DIA MENJADIKAN KAMU
DALAM PERUT IBUMU
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
DALAM TIGA KEGELAPAN.
YANG (BERBUAT)
DEMIKIAN ITU ADALAH
ALLOH TUHAN KAMU,
TUHAN YANG MEMPUNYAI
KERAJAAN." (QS.Az-
Zumar:6)
Oleh karena lapis itu
menutupi dan
menghalanginya dari
cahaya. Itulah yang
disebut oleh ilmu
pengetahuan modern
sebagai tiga buah lapisan.
telah menetapkan bahwa
janin dalam perut ibunya
itu di tutupi oleh tiga
lapisan, dimana lapisan-
lapisan itu tidak akan
nampak kecuali
menggunakan alat khusus.
Jika dilihat dengan mata,
nampaknya lapis selimut
itu hanya satu saja.
Adapun lapis-lapis itu
adalah apa yang disebut:
selaput "Chorion,Amnion",
dan "Uterus". Inilah
kenyataan yang telah
ditetapkan oleh ilmu
kedokteran modern.
Sesungguhnya Al-Qur'anul
Karim telah datang
menguatkan kebenaran
ilmiah tersebut. Al-Qur'an
telah menjelaskan bahwa
janin itu punya tiga lapis
yang disebutnya
DHULUMAAT TSALAATSIN
( ظلمات ثلاث )
Sebagaimana firman Alloh
yang terdapat dalam surat
Az-Zumar ayat 6:
يخلقكم في بطون امهاتكم
خلقا من بعد خلق في ظلمات
ثلاث ذلكم الله ربكم له
الملك. [الزمر:6 ]
"DIA MENJADIKAN KAMU
DALAM PERUT IBUMU
KEJADIAN DEMI KEJADIAN
DALAM TIGA KEGELAPAN.
YANG (BERBUAT)
DEMIKIAN ITU ADALAH
ALLOH TUHAN KAMU,
TUHAN YANG MEMPUNYAI
KERAJAAN." (QS.Az-
Zumar:6)
Oleh karena lapis itu
menutupi dan
menghalanginya dari
cahaya. Itulah yang
disebut oleh ilmu
pengetahuan modern
sebagai tiga buah lapisan.
e. -TERJADINYA PERKAWINAN PADA TIAP- TIAP BENDA
Orang-orang berkeyakinan
bahwa perkawinan
(antara laki-laki dan
perempuan) itu hanya
berlaku pada dua jenis
makhluk yaitu manusia
dan hewan. Kemudian
datang ilmu pengetahuan
modern dan menetapkan
bahwa perkawinan itu
terjadi pula pada tumbuh-
tumbuhan dan benda-
benda (mati). Bahkan pada
tiap-tiap benda yang ada
di alam ini juga terjadi
perkawinan. Sampai pada
listrik sekalipun harus ada
pasangan min dan plus, ini
kabel min dan itu kabel
plus. Demikian pula atom,
terdapat potron dan
neutron, yang masing-
masing diistilahkan yang
sebagai laki-laki dan
perempuan. Penemuan ini
sebenarnya telah di
dahului oleh Al-Qur'an
karim dalam banyak ayat.
Dengan firman Alloh 'Azza
wa jalla yang dengan
gamblang menjelaskan
keajaiban tersebut:
ومن كل شيئ خلقنا زوجين
لعلكم تذكرون.
[الذاريات:49 ]
"TIAP-TIAP SESUATU KAMI
JADIKAN BERPASANG-
PASANG (JANTAN DAN
BETINA), MUDAH-
MUDAHAN KAMU
MENERIMA
PERINGATAN." (QS.Adz-
Dzariyat:49)
أولم يروا إلى الأرض كم
أنبتنا فيها من كل زوج
كريم. [الشعرآء:7 ]
"TIDAKKAH MEREKA
MELIHAT KE BUMI, BERAPA
BANYAK KAMI
MENUMBUHKAN
(BERMACAM-MACAM
TUMBUH-TUMBUHAN) DI
SANA DARI TIAP-TIAP
PASANGAN YANG
BAIK." (QS.Asy-Syu'aro:7)
سبحان الذي خلق الأزواج
كلها مما تنبت الأرض ومن
أنفسهم ومما لا يعلمون.
[يس:36 ]
"MAHA SUCI ALLOH YANG
MENCIPTAKAN
BERPASANG-PASANG
SEMUANYA, DI ANTARA
APA-APA YANG
DITUMBUHKAN BUMI DAN
DARI DIRI MEREKA SENDIRI
DAN DARI APA-APA YANG
TIDAK MEREKA
KETAHUI." (QS.Ya Sin:36)
pada ayat pertama di atas
disinggung mengenai
adanya perkawinan pada
tiap-tiap sesuatu bersifat
umum. Kemudian pada
ayat kedua diisyaratkan
mengenai adanya
perkawinan itu pada
tumbuh-tumbuhan.
Sedangkan pada ayat
ketiga menjelaskan
adanya perkawinan pada
manusia,binatang bahkan
pada sesuatu yang kita
ketahui atau yang tidak
kita ketahui, yang ilmu-
Nya meliputi segala alam
serta mampu menghitung
bilangan setiap benda.
bahwa perkawinan
(antara laki-laki dan
perempuan) itu hanya
berlaku pada dua jenis
makhluk yaitu manusia
dan hewan. Kemudian
datang ilmu pengetahuan
modern dan menetapkan
bahwa perkawinan itu
terjadi pula pada tumbuh-
tumbuhan dan benda-
benda (mati). Bahkan pada
tiap-tiap benda yang ada
di alam ini juga terjadi
perkawinan. Sampai pada
listrik sekalipun harus ada
pasangan min dan plus, ini
kabel min dan itu kabel
plus. Demikian pula atom,
terdapat potron dan
neutron, yang masing-
masing diistilahkan yang
sebagai laki-laki dan
perempuan. Penemuan ini
sebenarnya telah di
dahului oleh Al-Qur'an
karim dalam banyak ayat.
Dengan firman Alloh 'Azza
wa jalla yang dengan
gamblang menjelaskan
keajaiban tersebut:
ومن كل شيئ خلقنا زوجين
لعلكم تذكرون.
[الذاريات:49 ]
"TIAP-TIAP SESUATU KAMI
JADIKAN BERPASANG-
PASANG (JANTAN DAN
BETINA), MUDAH-
MUDAHAN KAMU
MENERIMA
PERINGATAN." (QS.Adz-
Dzariyat:49)
أولم يروا إلى الأرض كم
أنبتنا فيها من كل زوج
كريم. [الشعرآء:7 ]
"TIDAKKAH MEREKA
MELIHAT KE BUMI, BERAPA
BANYAK KAMI
MENUMBUHKAN
(BERMACAM-MACAM
TUMBUH-TUMBUHAN) DI
SANA DARI TIAP-TIAP
PASANGAN YANG
BAIK." (QS.Asy-Syu'aro:7)
سبحان الذي خلق الأزواج
كلها مما تنبت الأرض ومن
أنفسهم ومما لا يعلمون.
[يس:36 ]
"MAHA SUCI ALLOH YANG
MENCIPTAKAN
BERPASANG-PASANG
SEMUANYA, DI ANTARA
APA-APA YANG
DITUMBUHKAN BUMI DAN
DARI DIRI MEREKA SENDIRI
DAN DARI APA-APA YANG
TIDAK MEREKA
KETAHUI." (QS.Ya Sin:36)
pada ayat pertama di atas
disinggung mengenai
adanya perkawinan pada
tiap-tiap sesuatu bersifat
umum. Kemudian pada
ayat kedua diisyaratkan
mengenai adanya
perkawinan itu pada
tumbuh-tumbuhan.
Sedangkan pada ayat
ketiga menjelaskan
adanya perkawinan pada
manusia,binatang bahkan
pada sesuatu yang kita
ketahui atau yang tidak
kita ketahui, yang ilmu-
Nya meliputi segala alam
serta mampu menghitung
bilangan setiap benda.
d. -BERKURANGNYA OKSIGEN
Sejak manusia mampu
menyeruak ruang angkasa
dengan pesawat terbang,
maka pengamatan dan
penelitian para ilmuwan
telah sampai pada
kesimpulan bahwa di
angkasa oksigen itu
berkurang. Manakala
orang melakukan
penerbangan dan
meluncur tinggi ke ruang
angkasa akan menemukan
kenyataan itu, dada
terasa sesak dan napaspun
amat sulit. Oleh
karenanya, para
penerbang harus memakai
"oksigen buatan" saat
mereka terbang dalam
ketinggian tiga puluh lima
ribu kaki lebih.
penemuan ilmiah ini
sebenarnya telah
disinggung oleh Al-
Qur'anul Karim sejak
sebelum manusia mampu
melakukan penerbangan
atau bahkan sejak empat
belas abad yang lampau.
Bacalah firman Alloh 'Azza
wa jalla:
فمن يرد الله أن يهديه
يشرح صدره للإسلام ومن
يرد أن يضله يجعل صدره
ضيقا حرجا كأنما يصعد في
السمآء. [الأنعام:125 ]
"BARANGSIAPA
DIKEHENDAKI ALLOH
MENUNJUKINYA, NISCAYA
DIA MELAPANGKAN
DADANYA UNTUK
MEMELUK ISLAM.
BARANGSIAPA
DIKEHENDAKI ALLOH
KESESATANNYA, NISCAYA
DIA MENJADIKAN
DADANYA SESAK LAGI
SEMPIT, SEOLAH-OLAH IA
SEDANG MENDAKI KE
LANGIT." (QS.Al-
An'am:125)
Para ulama MUFASSIRIN
terdahulu menafsirkan
ayat tersebut sesuai
dengan tingkat
pemahaman dan kurun
waktu mereka.
Mereka mengatakan
"seolah-olah ia sedang
mendaki ke langit", yaitu
bagaikan orang yang
hendak ke langit, padahal
di luar kemampuannya.
Atau seperti orang yang
hendak mengusahakan
sesuatu yang mustahil.
Namun kini telah datang
zaman dimana
kemukjizatan Al-Qur'an
semakin nampak jelas.
Tidak di ragukan lagi
bahwa apa yang telah
disinggung oleh Al-Qur'an,
kini telah tersingkapkan
kebenarannya oleh ilmu
pengetahuan modern dan
sekaligus pula hal itu telah
menguatkan kebenaran
NUBUWWAH Muhammad
Saw. Alangkah indah dan
tingginya nilai Al-Qur'an
ini?
menyeruak ruang angkasa
dengan pesawat terbang,
maka pengamatan dan
penelitian para ilmuwan
telah sampai pada
kesimpulan bahwa di
angkasa oksigen itu
berkurang. Manakala
orang melakukan
penerbangan dan
meluncur tinggi ke ruang
angkasa akan menemukan
kenyataan itu, dada
terasa sesak dan napaspun
amat sulit. Oleh
karenanya, para
penerbang harus memakai
"oksigen buatan" saat
mereka terbang dalam
ketinggian tiga puluh lima
ribu kaki lebih.
penemuan ilmiah ini
sebenarnya telah
disinggung oleh Al-
Qur'anul Karim sejak
sebelum manusia mampu
melakukan penerbangan
atau bahkan sejak empat
belas abad yang lampau.
Bacalah firman Alloh 'Azza
wa jalla:
فمن يرد الله أن يهديه
يشرح صدره للإسلام ومن
يرد أن يضله يجعل صدره
ضيقا حرجا كأنما يصعد في
السمآء. [الأنعام:125 ]
"BARANGSIAPA
DIKEHENDAKI ALLOH
MENUNJUKINYA, NISCAYA
DIA MELAPANGKAN
DADANYA UNTUK
MEMELUK ISLAM.
BARANGSIAPA
DIKEHENDAKI ALLOH
KESESATANNYA, NISCAYA
DIA MENJADIKAN
DADANYA SESAK LAGI
SEMPIT, SEOLAH-OLAH IA
SEDANG MENDAKI KE
LANGIT." (QS.Al-
An'am:125)
Para ulama MUFASSIRIN
terdahulu menafsirkan
ayat tersebut sesuai
dengan tingkat
pemahaman dan kurun
waktu mereka.
Mereka mengatakan
"seolah-olah ia sedang
mendaki ke langit", yaitu
bagaikan orang yang
hendak ke langit, padahal
di luar kemampuannya.
Atau seperti orang yang
hendak mengusahakan
sesuatu yang mustahil.
Namun kini telah datang
zaman dimana
kemukjizatan Al-Qur'an
semakin nampak jelas.
Tidak di ragukan lagi
bahwa apa yang telah
disinggung oleh Al-Qur'an,
kini telah tersingkapkan
kebenarannya oleh ilmu
pengetahuan modern dan
sekaligus pula hal itu telah
menguatkan kebenaran
NUBUWWAH Muhammad
Saw. Alangkah indah dan
tingginya nilai Al-Qur'an
ini?
c. -PEMBAGIAN ATOM
Sampai dengan abad
sembilan belas, para
cendekiawan berpendapat
bahwa atom adalah suatu
bagian yang terkecil yang
terdapat dalam suatu
unsur. Ia tidak bisa dibagi,
karena ia merupakan
bagian yang terkecil yang
terdapat dalam suatu
unsur. Ia tidak bisa dibagi,
karena ia merupakan
bagian yang tidak
terpilah-pilah. Namun
sejak puluhan tahun yang
silam, pendapat itu telah
usang setelah para
cendekiawan mengadakan
penelitian dengan
seksama, mereka
berkesimpulan bawasanya
atom itu masih bisa
dibagi-bagi. Mereka
menemukan di dalam
atom mengandung unsur-
unsur yang lebih kecil,
yaitu: proton, neuton dan
elektron. Sebab adanya
pembagian itulah mereka
mampu menciptakan bom
atom dan bom hidrogen.
Semoga Alloh
menghindarkan kita dari
kebinasaan dan kejahatan
iblis.
Dengan firman Alloh 'Azza
wa jalla yang
menggambarkan tentang
atom:
وما يعزب عن ربك من مثقال
ذرة في الأرض ولا في
السمآء ولآأصغر من ذلك
ولآأكبر إلا في كتاب
مبين. [يونس:61 ]
"TIADALAH LENYAP DARI
TUHANMU SEBERAT
DZARROH (ATOM) DI BUMI
DAN DI LANGIT. TIDAK
ADA YANG LEBIH KECIL
DAN TIADA PULA YANG
LEBIH BESAR DARI ITU,
MELAINKAN SEMUANYA
DALAM KITAB YANG
TERANG. (QS.Yunus:61)
Kata ASHGHORO
( أصغر)
(lebih kecil) dari DZARROH
pada ayat tersebut, jelas
menunjukkan adanya
kemungkinan pembagian
DZARROH.
Sedangkan kata WALAA
FISSAMAA'
( ولافي السمآء )
(tidak pula di langit), itu
menjelaskan bahwa sifat
atom yang ada di bumi
adalah sama dengan yang
ada di matahari, bulan,
maupun bintang.
Pernahkah Nabi
Muhammad Saw.
Mempelajari tentang
atom, tengtang
kemungkinan
pembagiannya, atau
sifatnya di bumi dan di
langit? Maka dengan kuat
sekali hal itu menunjukkan
bahwa Al-Qur,an adalah
wahyu Alloh Swt.
sembilan belas, para
cendekiawan berpendapat
bahwa atom adalah suatu
bagian yang terkecil yang
terdapat dalam suatu
unsur. Ia tidak bisa dibagi,
karena ia merupakan
bagian yang terkecil yang
terdapat dalam suatu
unsur. Ia tidak bisa dibagi,
karena ia merupakan
bagian yang tidak
terpilah-pilah. Namun
sejak puluhan tahun yang
silam, pendapat itu telah
usang setelah para
cendekiawan mengadakan
penelitian dengan
seksama, mereka
berkesimpulan bawasanya
atom itu masih bisa
dibagi-bagi. Mereka
menemukan di dalam
atom mengandung unsur-
unsur yang lebih kecil,
yaitu: proton, neuton dan
elektron. Sebab adanya
pembagian itulah mereka
mampu menciptakan bom
atom dan bom hidrogen.
Semoga Alloh
menghindarkan kita dari
kebinasaan dan kejahatan
iblis.
Dengan firman Alloh 'Azza
wa jalla yang
menggambarkan tentang
atom:
وما يعزب عن ربك من مثقال
ذرة في الأرض ولا في
السمآء ولآأصغر من ذلك
ولآأكبر إلا في كتاب
مبين. [يونس:61 ]
"TIADALAH LENYAP DARI
TUHANMU SEBERAT
DZARROH (ATOM) DI BUMI
DAN DI LANGIT. TIDAK
ADA YANG LEBIH KECIL
DAN TIADA PULA YANG
LEBIH BESAR DARI ITU,
MELAINKAN SEMUANYA
DALAM KITAB YANG
TERANG. (QS.Yunus:61)
Kata ASHGHORO
( أصغر)
(lebih kecil) dari DZARROH
pada ayat tersebut, jelas
menunjukkan adanya
kemungkinan pembagian
DZARROH.
Sedangkan kata WALAA
FISSAMAA'
( ولافي السمآء )
(tidak pula di langit), itu
menjelaskan bahwa sifat
atom yang ada di bumi
adalah sama dengan yang
ada di matahari, bulan,
maupun bintang.
Pernahkah Nabi
Muhammad Saw.
Mempelajari tentang
atom, tengtang
kemungkinan
pembagiannya, atau
sifatnya di bumi dan di
langit? Maka dengan kuat
sekali hal itu menunjukkan
bahwa Al-Qur,an adalah
wahyu Alloh Swt.
b. -KEJADIAN ALAM
Seorang ahli astronomi
bernama jeans
mengatakan: "Alam ini
mulanya terdiri dari gas
yang menyebar ke sela-
sela kekosongan dengan
teratur.
Adapun planet-planet itu
tercipta dari gugusan-
gugusan gas tersebut".
Dr. Gamu mengatakan:
"Sesungguhnya alam ini
pada awal kejadiannya
adalah penuh dengan gas
yang terbagi-bagi dengan
teratur dan darinya pula
terjadi suatu proses".
Dalam Al-Qur'anul Karim
kita temukan pula ayat
yang menguatkan teori
tersebut. Jika saja Al-
Qur'an tidak
mendukungnya, tentu kita
akan menolak teori
tersebut.
Alloh 'Azza wa jalla
berfirman:
ثم استوى إلى السمآء وهي
دخان فقال لها وللأرض
ائتيا طوعا أو كرها قالتا
أتينا طآئعين. [فصلت:11 ]
"KEMUDIAN DIA (ALLOH)
MENYENGAJA KEPADA
PENCIPTAAN LANGIT
MASIH SEBAGAI ASAP,
LALU KATA-NYA KEPADA
LANGIT DAN BUMI,
DATANGLAH KAMU
BERDUA (MENGIKUTLAH),
BAIK DENGAN PATUH
ATAUPUN DENGAN
PAKSA.' SAHUT
KEDUANYA, KAMI DATANG
DENGAN PENUH
PATUH." (QS.Fushilat:11)
Al-Qur'an mengistilahkan
permulaan terciptanya
alam ini dengan "asap",
yang menurut pemahaman
orang arab sebagai
sesuatu yang bisa diraba.
Adakah orang pada empat
belas abad yang lalu
mampu menemukannya
pada waktu dimana
manusia belum
mengetahui sesuatu
tentang alam dan rahasia-
rahasianya?
bernama jeans
mengatakan: "Alam ini
mulanya terdiri dari gas
yang menyebar ke sela-
sela kekosongan dengan
teratur.
Adapun planet-planet itu
tercipta dari gugusan-
gugusan gas tersebut".
Dr. Gamu mengatakan:
"Sesungguhnya alam ini
pada awal kejadiannya
adalah penuh dengan gas
yang terbagi-bagi dengan
teratur dan darinya pula
terjadi suatu proses".
Dalam Al-Qur'anul Karim
kita temukan pula ayat
yang menguatkan teori
tersebut. Jika saja Al-
Qur'an tidak
mendukungnya, tentu kita
akan menolak teori
tersebut.
Alloh 'Azza wa jalla
berfirman:
ثم استوى إلى السمآء وهي
دخان فقال لها وللأرض
ائتيا طوعا أو كرها قالتا
أتينا طآئعين. [فصلت:11 ]
"KEMUDIAN DIA (ALLOH)
MENYENGAJA KEPADA
PENCIPTAAN LANGIT
MASIH SEBAGAI ASAP,
LALU KATA-NYA KEPADA
LANGIT DAN BUMI,
DATANGLAH KAMU
BERDUA (MENGIKUTLAH),
BAIK DENGAN PATUH
ATAUPUN DENGAN
PAKSA.' SAHUT
KEDUANYA, KAMI DATANG
DENGAN PENUH
PATUH." (QS.Fushilat:11)
Al-Qur'an mengistilahkan
permulaan terciptanya
alam ini dengan "asap",
yang menurut pemahaman
orang arab sebagai
sesuatu yang bisa diraba.
Adakah orang pada empat
belas abad yang lalu
mampu menemukannya
pada waktu dimana
manusia belum
mengetahui sesuatu
tentang alam dan rahasia-
rahasianya?
a. -KESATUAN ALAM
Teori ilmu pengetahuan
modern telah
membuktikan bahwa bumi
adalah merupakan salah
satu bagian dari
sekumpulan planet yang
telah memisah darinya
dan membeku sehingga
cocok dihuni oleh manusia.
Kebenaran teori tersebut
didukung oleh adanya
gunung berapi serta benda
-benda yang bisa
membakar yang
terkandung dalam perut
bumi, dimana bumi pada
suatu ketika dapat
memuntahkan lahar
panas.
Teori modern ini tepat
sekali dengan apa yang
telah diisyaratkan oleh Al-
Qur'an Al-Karim dalam
firman-Nya 'Azza wa jalla:
أولم ير الذين كفروا أن
السموات والأرض كانتا
رتقا ففتقنا هما وجعلنا من
المآء كل شيئ حي أفلا
يؤمنون [الأنبيآء:30 ]
"TIDAKKAH ORANG-
ORANG KAFIR
MENGETAHUI, BAHWA
BEBERAPA LANGIT DAN
BUMI ADALAH KEDUANYA
BERTAUT (BERSATU), LALU
KAMI BELAH KEDUANYA?
DAN KAMI JADIKAN TIAP-
TIAP SESUATU YANG
HIDUP DARI AIR.
TIDAKKAH MEREKA
PERCAYA?" (QS.Al-
Anbiya':30)
prof. Thobbaroh
mengatakan: "Mukjizat Al-
Qur'an ini telah dikuatkan
oleh ilmu pengetahuan
modern yang menetapkan
bahwa sebenarnya alam
ini (pada mulanya)
merupakan satu gabungan
dari gas yang kemudian
terbagi menjadi beberapa
planet. Sedang bumi ini
adalah salah satu bagian
dari planet-planet
tersebut..."
Sedangkan baris kedua
ayat tersebut
menjelaskan: "DAN KAMI
JADIKAN TIAP-TIAP
SESUATU YANG HIDUP
DARI AIR", maka rahasia
kebenaran ini telah pula
tersingkapkan oleh para
ilmuan modern bahwa
sebagian besar proses
kimiawi sangat
membutuhkan air sebagai
suatu unsur terpenting
untuk kelangsungan hidup
bagi semua benda dan
tumbuh-tumbuhan.
Terbukti pula bahwa air
itu mempunyai suatu
kelainan tersendiri yang
menunjukan bahwa pada
mulanya alam ini telah
mengandung air sehingga
cocok untuk kehidupan
makhluknya.
Sesunguhnya air itu
mengandung unsur kimia
cukup besar dari oksigen
manakala temperatur
panasnya menurun.
Namun jika air itu
membeku, maka unsur
kimia yang panas itu akan
hilang darinya sehingga
cocok untuk makhluk yang
hidup di air seperti ikan
dan lainnya. Sungguh
alangkah hebatnya Al-
Qur'an, yang dengan kata-
kata indah menyingkap
rahasia kehidupan ini".
Telah diriwayatkan dari
ibnu Abbas r.a. Dalam
menafsirkan ayat
tersebut, beliau berkata:
"Langit itu rapat, tidak
mencurahkan hujan. Bumi
juga rapat, tidak
menumbuhjan pepohonan.
Akan tetapi ketika bumi
ada penghuninya, Alloh
membelah langit dengan
hujan dan membelah bumi
dengan tumbuhan". (Lihat
Tafsip Ibnu Katsir, juz III,
hal 187).
Kukatakan penafsiran itu
amat indah dan tepat
sekali yang banyak diikuti
oleh para MUFASSRIRIN
terdahulu. Namun
demikian, tidak
terelakkan bahwa dalam
Al-Qur'an mengandung
rahasia ilmiah yang telah
tersingkapkn oleh ilmu
pengetahuan modern. Al-
Qur'an memang
mengandung banyak hal
yang belum sempat
tergauli untuk memahami
rahasia-rahasianya. Maka
boleh jadi ulama
MUTAAKHIRIIN dapat
memahami sesuatu yang
sama sekali belum
dipahami oleh ulama
MUTAQODDIMIN. Alloh
'Azza wa jalla berfirman:
سنريهم آياتنا في آفاق
وفي أنفسهم حتى يتبين
لهم أنه الحق [فصلت:54 ]
"NANTI AKAN KAMI
PERLIHATKAN KEPADA
MEREKA AYAT-AYAT
(TANDA-TANDA)
KEKUASAAN KAMI DI
UFUQ-UFUQ (TEPI LANGIT)
PADA DIRI MEREKA
SENDIRI, SEHINGGA
TERANGLAH BAGI MEREKA,
BAHWA AL-QUR'AN INI
SEBENARNYA (DARI
ALLOH)." (QS.Fushilat:53)
Barangkali ayat tersebut
merupakan tanda-tanda
kebesaran Alloh yang
telah menyingkap
rahasianya pada abad dua
puluh ini.
modern telah
membuktikan bahwa bumi
adalah merupakan salah
satu bagian dari
sekumpulan planet yang
telah memisah darinya
dan membeku sehingga
cocok dihuni oleh manusia.
Kebenaran teori tersebut
didukung oleh adanya
gunung berapi serta benda
-benda yang bisa
membakar yang
terkandung dalam perut
bumi, dimana bumi pada
suatu ketika dapat
memuntahkan lahar
panas.
Teori modern ini tepat
sekali dengan apa yang
telah diisyaratkan oleh Al-
Qur'an Al-Karim dalam
firman-Nya 'Azza wa jalla:
أولم ير الذين كفروا أن
السموات والأرض كانتا
رتقا ففتقنا هما وجعلنا من
المآء كل شيئ حي أفلا
يؤمنون [الأنبيآء:30 ]
"TIDAKKAH ORANG-
ORANG KAFIR
MENGETAHUI, BAHWA
BEBERAPA LANGIT DAN
BUMI ADALAH KEDUANYA
BERTAUT (BERSATU), LALU
KAMI BELAH KEDUANYA?
DAN KAMI JADIKAN TIAP-
TIAP SESUATU YANG
HIDUP DARI AIR.
TIDAKKAH MEREKA
PERCAYA?" (QS.Al-
Anbiya':30)
prof. Thobbaroh
mengatakan: "Mukjizat Al-
Qur'an ini telah dikuatkan
oleh ilmu pengetahuan
modern yang menetapkan
bahwa sebenarnya alam
ini (pada mulanya)
merupakan satu gabungan
dari gas yang kemudian
terbagi menjadi beberapa
planet. Sedang bumi ini
adalah salah satu bagian
dari planet-planet
tersebut..."
Sedangkan baris kedua
ayat tersebut
menjelaskan: "DAN KAMI
JADIKAN TIAP-TIAP
SESUATU YANG HIDUP
DARI AIR", maka rahasia
kebenaran ini telah pula
tersingkapkan oleh para
ilmuan modern bahwa
sebagian besar proses
kimiawi sangat
membutuhkan air sebagai
suatu unsur terpenting
untuk kelangsungan hidup
bagi semua benda dan
tumbuh-tumbuhan.
Terbukti pula bahwa air
itu mempunyai suatu
kelainan tersendiri yang
menunjukan bahwa pada
mulanya alam ini telah
mengandung air sehingga
cocok untuk kehidupan
makhluknya.
Sesunguhnya air itu
mengandung unsur kimia
cukup besar dari oksigen
manakala temperatur
panasnya menurun.
Namun jika air itu
membeku, maka unsur
kimia yang panas itu akan
hilang darinya sehingga
cocok untuk makhluk yang
hidup di air seperti ikan
dan lainnya. Sungguh
alangkah hebatnya Al-
Qur'an, yang dengan kata-
kata indah menyingkap
rahasia kehidupan ini".
Telah diriwayatkan dari
ibnu Abbas r.a. Dalam
menafsirkan ayat
tersebut, beliau berkata:
"Langit itu rapat, tidak
mencurahkan hujan. Bumi
juga rapat, tidak
menumbuhjan pepohonan.
Akan tetapi ketika bumi
ada penghuninya, Alloh
membelah langit dengan
hujan dan membelah bumi
dengan tumbuhan". (Lihat
Tafsip Ibnu Katsir, juz III,
hal 187).
Kukatakan penafsiran itu
amat indah dan tepat
sekali yang banyak diikuti
oleh para MUFASSRIRIN
terdahulu. Namun
demikian, tidak
terelakkan bahwa dalam
Al-Qur'an mengandung
rahasia ilmiah yang telah
tersingkapkn oleh ilmu
pengetahuan modern. Al-
Qur'an memang
mengandung banyak hal
yang belum sempat
tergauli untuk memahami
rahasia-rahasianya. Maka
boleh jadi ulama
MUTAAKHIRIIN dapat
memahami sesuatu yang
sama sekali belum
dipahami oleh ulama
MUTAQODDIMIN. Alloh
'Azza wa jalla berfirman:
سنريهم آياتنا في آفاق
وفي أنفسهم حتى يتبين
لهم أنه الحق [فصلت:54 ]
"NANTI AKAN KAMI
PERLIHATKAN KEPADA
MEREKA AYAT-AYAT
(TANDA-TANDA)
KEKUASAAN KAMI DI
UFUQ-UFUQ (TEPI LANGIT)
PADA DIRI MEREKA
SENDIRI, SEHINGGA
TERANGLAH BAGI MEREKA,
BAHWA AL-QUR'AN INI
SEBENARNYA (DARI
ALLOH)." (QS.Fushilat:53)
Barangkali ayat tersebut
merupakan tanda-tanda
kebesaran Alloh yang
telah menyingkap
rahasianya pada abad dua
puluh ini.
AL-QUR'AN TIDAK ADA PERTENTANGAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN
Segi lain dari
kemukjizatan Al-Qur'an
adalah isyarat-isyarat
yang rumit terhadap
sebagian ilmu
pengetahuan alam telah
disinggung oleh Al-Qur'an
sebelum ilmu pengetahuan
itu sendiri sanggup
menemukannya. Juga
kemudian terbukti bahwa
Al-Qur'an samasekali tidak
bertentangan dengan
penemuan-penemuan baru
yang didasarkan
penelitian ilmiah.
Dalam hal ini Al-Qur'an
telah mengisyaratkan segi
kemukjizatannya dengan
firman Alloh 'Azza wa jalla:
سنريهم آياتنا في الآفاق
وفي أنفسهم حتى يتبين
لهم أنه الحق أولم يكف
بربك أنه على كل شيئ
شهيد [فصلت:54 ]
"NANTI AKAN KAMI
PERLIHATKAN KEPADA
MEREKA AYAT-AYAT
(TANDA-TANDA
KEKUASAAN) KAMI DI
UFUQ-UFUQ (TEPI LANGIT)
PADA DIRI MEREKA
SENDIRI, SEHINGGA
TERANGLAH BAGI MEREKA,
BAHWA AL-QUR'AN INI
SEBENARNYA (DARI
ALLOH). TIADAKAH CUKUP
BAHWA TUHANMU
MENJADI SAKSI ATAS TIAP-
TIAP SESUATU?
(QS.Fushilat:54)
Dalam pada itu kita telah
berkeyakinan pula bahwa
Al-Qur'an bukan buku
psikologi, tentang eksak,
maupun fisika, tetapi
kitab HIDAYAH dan
IRSYAD, kitab TASYRI' dan
ISHLAH.
Namun demikian, banyak
ayat-ayatnya memuat
isyarat-isyarat yang cukup
mendalam dan pelik dalam
soal sosiologi, kedokteran,
dan antropolgi, yang mana
hal tersebut menunjukan
keberadaannya sebagai
mukjizat dan wahyu dari
Alloh 'Azza wa jalla.
Adalah sudah jelas bahwa
Nabi Muhammad Saw. Itu
UMMI, tidak tahu baca,
tidak bisa tulis. Dan
sesungguhnya, beliau
hidup jauh dari tempat
kemajuan, tidak ada ilmu,
tidak ada pengetahuan.
Bahkan tidk ada sekolah
yang membicarakan ilmu-
ilmu alam, karena kaum
dan keluarganya adalah
orang-orang yang UMMI
pula.
Bersamaan dengan itu,
sesungguhnya teori ilmiah
yang diisyaratkan oleh Al-
Qur'an itu sama sekali
belum dikenal pada masa
beliau, bahkan sahasia
ilmu pengetahuan baru
terbuka pada zaman
akhir-akhir ini.
Ini sangat penting sebagai
bukti bahwa Al-Qur'an
bukan sekedar karangan
Muhammad Saw., seperti
yang diduga oleh kaum
orientalis barat, akan
tetapi wahyu dari Alloh
yang diturunkan-Nya pada
hati SAYYIDIL MURSALIN
dengan bahasa arab.
Berikut ini sebagian
pembuktian ilmiah yang
kami NUQIL dari kitab
RUH AD-DIN AL-ISLAMI
karya Ustadz Afif
Thobarot:
LIHAT RINCIAN CATATAN-
CATATANNYA PADA
MASING-MASING JU DUL
DARI PART: a-i]
Dan komen masing-masing
part bila ada kesalahan.
Terima kasih
kemukjizatan Al-Qur'an
adalah isyarat-isyarat
yang rumit terhadap
sebagian ilmu
pengetahuan alam telah
disinggung oleh Al-Qur'an
sebelum ilmu pengetahuan
itu sendiri sanggup
menemukannya. Juga
kemudian terbukti bahwa
Al-Qur'an samasekali tidak
bertentangan dengan
penemuan-penemuan baru
yang didasarkan
penelitian ilmiah.
Dalam hal ini Al-Qur'an
telah mengisyaratkan segi
kemukjizatannya dengan
firman Alloh 'Azza wa jalla:
سنريهم آياتنا في الآفاق
وفي أنفسهم حتى يتبين
لهم أنه الحق أولم يكف
بربك أنه على كل شيئ
شهيد [فصلت:54 ]
"NANTI AKAN KAMI
PERLIHATKAN KEPADA
MEREKA AYAT-AYAT
(TANDA-TANDA
KEKUASAAN) KAMI DI
UFUQ-UFUQ (TEPI LANGIT)
PADA DIRI MEREKA
SENDIRI, SEHINGGA
TERANGLAH BAGI MEREKA,
BAHWA AL-QUR'AN INI
SEBENARNYA (DARI
ALLOH). TIADAKAH CUKUP
BAHWA TUHANMU
MENJADI SAKSI ATAS TIAP-
TIAP SESUATU?
(QS.Fushilat:54)
Dalam pada itu kita telah
berkeyakinan pula bahwa
Al-Qur'an bukan buku
psikologi, tentang eksak,
maupun fisika, tetapi
kitab HIDAYAH dan
IRSYAD, kitab TASYRI' dan
ISHLAH.
Namun demikian, banyak
ayat-ayatnya memuat
isyarat-isyarat yang cukup
mendalam dan pelik dalam
soal sosiologi, kedokteran,
dan antropolgi, yang mana
hal tersebut menunjukan
keberadaannya sebagai
mukjizat dan wahyu dari
Alloh 'Azza wa jalla.
Adalah sudah jelas bahwa
Nabi Muhammad Saw. Itu
UMMI, tidak tahu baca,
tidak bisa tulis. Dan
sesungguhnya, beliau
hidup jauh dari tempat
kemajuan, tidak ada ilmu,
tidak ada pengetahuan.
Bahkan tidk ada sekolah
yang membicarakan ilmu-
ilmu alam, karena kaum
dan keluarganya adalah
orang-orang yang UMMI
pula.
Bersamaan dengan itu,
sesungguhnya teori ilmiah
yang diisyaratkan oleh Al-
Qur'an itu sama sekali
belum dikenal pada masa
beliau, bahkan sahasia
ilmu pengetahuan baru
terbuka pada zaman
akhir-akhir ini.
Ini sangat penting sebagai
bukti bahwa Al-Qur'an
bukan sekedar karangan
Muhammad Saw., seperti
yang diduga oleh kaum
orientalis barat, akan
tetapi wahyu dari Alloh
yang diturunkan-Nya pada
hati SAYYIDIL MURSALIN
dengan bahasa arab.
Berikut ini sebagian
pembuktian ilmiah yang
kami NUQIL dari kitab
RUH AD-DIN AL-ISLAMI
karya Ustadz Afif
Thobarot:
LIHAT RINCIAN CATATAN-
CATATANNYA PADA
MASING-MASING JU DUL
DARI PART: a-i]
Dan komen masing-masing
part bila ada kesalahan.
Terima kasih
Langganan:
Postingan (Atom)